Image Source : Cumicumi
Sarwendah belum lama ini diketahui telah melayangkan surat terbuka kepada kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Dalam video singkat yang diunggah di Instagram miliknya, Sarwendah seolah meluapkan rasa geramnya lantaran selama ini pernyataan Minola dinilai menggiring opini publik tentang dirinya.
Surat terbuka tersebut tak lama kemudian ditanggapi oleh Minola Sebayang. Tak sekadar memberikan klarifikasi, Minola justru mempertanyakan balik inti polemik pertemuan kliennya, Ruben Onsu, dengan anak-anak. Menurutnya, jika memang tidak pernah ada larangan, lalu apa hal yang membuat hingga kini Ruben masih belum bisa berkumpul dengan anak-anaknya.

"Klien kami mengatakan bahwa kalau tidak pernah ada larangan, kenapa faktanya hingga hari ini klien kami masih belum bisa bertemu dan berkumpul dengan anak-anak. Ingin bertemu dengan anak itu bukanlah keinginan kami, tapi adalah keinginan klien kami yang memang ayah kandung dari anak-anak tersebut," ujar Minola Sebayang.
Dalam video tersebut, Minola juga menyinggung pernyataan Sarwendah yang mengaku siap membawa anak-anak untuk bertemu Ruben setelah mendapat informasi mengenai waktu dan tempat. Oleh karena itu, Minola meminta agar mekanisme pertemuan kembali mengacu pada kesepakatan yang telah dibuat dalam Akta 39.
"Di dalam Akta 39 itu jelas ada satu mekanisme terkait dengan masalah waktu anak-anak berkumpul dengan ayahnya. Menurut pendapat kami adalah kewajiban ibu untuk memberikan waktu 2-3 hari kepada ayahnya untuk berkumpul bersama dengan anak-anak," ujar Minola.
Bukan hanya itu, Minola juga memberikan klarifikasi terkait pernyataan yang membuatnya seolah menuding Sarwendah mendoktrin atau memengaruhi anak-anak. Dia menegaskan pihaknya tidak pernah menyampaikan tuduhan tersebut sebagai sebuah kepastian. Namun, hal itu merupakan kekhawatiran tentang kemungkinan anak-anak dipengaruhi.
"Kami tidak pernah memberikan tuduhan itu kepada ibu, karena pasti kami akan mengatakan, tentu juga ada kekhawatiran yang membuat anak-anak ini dipengaruhi," ucapnya.
Sebagai penutup, Minola juga menanggapi permintaan Sarwendah agar pihak Ruben berhenti membangun narasi yang dianggap merugikan dirinya. Hal ini dibantah dengan tegas oleh Minola. Dia mengatakan pernyataan yang disampaikan selama ini merupakan bagian dari upaya membela kepentingan hukum Ruben sebagai klien.
"Yang kami lakukan itu hanya meneruskan atas adanya narasi-narasi yang ada di publik. Kalau memang misalnya ini dianggap adalah masalah yang sederhana dan harus fokus kepada masalah anak, maka marilah sama-sama kita laksanakan ketentuan yang diatur dalam Akta 39," pungkasnya.