Image Source : Instagram
Sebuah surat terbuka belum lama ini disampaikan Sarwendah melalui Instagram miliknya kepada pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang.
Dalam unggahan tersebut, Sarwendah, menyinggung soal dugaan narasi yang dibuat Minola Sebayang mengenai permintaan Ruben Onsu bertemu kedua anaknya pasca dirinya bercerai.
"Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar. Jadi, Pak Minola, masalahnya kan mau ketemu anak-anak. Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak," buka Sarwendah.

Sarwendah juga menjelaskan bahwa dirinya bisa dihubungi kapan saja terkait lokasi dan waktunya jika Ruben Onsu meminta untuk bertemu dengan anak-anaknya. Bahkan, Sarwendah menyatakan siap bertemu dengan psikolog yang berkomenten untuk membutikan bahwa dirinya tidak pernah mempengaruhi anak-anaknya.
"Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana? Jam berapa? Saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya, tapi saya malah dinarasikan mendoktrin dan mempengaruhi anak-anak. Silahkan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten, buat langsung ketemu dan ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah mempengaruhi anak-anak atau tidak," imbuhnya.
Wanita berusia 37 tahun itu tak menampik dirinya kecewa dengan setiap narasi yang disampaikan oleh pihak Ruben Onsu. Bahkan, Sarwendah juga sempat menyinggungtes kesehatan yang diminta Minola tempo hari. Namun, yang didapatkan oleh mantan personel Cherrybelle tersebut adalah penggiringan opin yang menyebut dirinya marah-marah di ruang siang.
"Ketika persoalan mengenai tes kesehatan dipertanyakan publik, apakah Anda menunjukkan bukti yang valid? Juga tidak. Justru, Anda mengeluarkan narasi yang baru. Anda bilang, saya marah-marah kepada Anda di ruangan mediasi. Padahal, saya hanya ingin menunjukkan hasil tes kesehatan saya yang Anda sendiri yang minta. Kalau Anda seyakin itu, menang di pengadilan," jelasnya.
Oleh karena itu, Sarwendah meminta agar kusa hukum mantan suaminya itu tidak lagi memberikan keterangan dengan narasi yang dianggap tidak benar dan menggiring opini publik.
"Tidak perlu Anda memframing saya dengan narasi yang tidak benar. Cukup kasih bukti di pengadilan. Karena apa yang Anda lakukan sekarang bukan hanya berdampak kepada saya, tapi juga kepada anak-anak saya," tuturnya. (ND)