Image Source : Instagram
Kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa seorang wanita berinisial ANW dan menyeret nama Betrand Peto (BP) masih terus bergulir. Meski penyanyi yang akrab disapa Onyo itu telah membantah, namun pihak ANW kembali mengungkapkan fakta saat kejadian di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan, tersebut.
Kuasa hukum korban, Deki Patria, mengungkapkan bahwa ANW sebenarnya sempat merasa ragu untuk melangkah ke ruangan tempat Betrand Peto berada. Namun, keraguan itu pupus setelah ada sosok yang meyakinkan ANW bahwa situasi di dalam aman.
"Sebelumnya kita sudah sampaikan juga, kenapa si korban ini kan room-nya sifatnya private waktu itu kan. Kenapa si korban itu berani ke sana? Yang pertama dia ditawarkan oleh orang yang dia kenal sebelumnya," ujar Deki Patria, dikutip dari Cumicumi.

Deki juga menjelaskan bahwa sosok yang mengajak ANW masuk ke ruangan merupakan teman lamanya yang bekerja sebagai karyawan di kelab malam tersebut. Hal itulah yang membuat korban percaya hingga berani masuk ke ruangan, meski mengaku tidak mengenal Betrand Peto.
"Kemudian dia tanya ini room siapa? Konon si BP, ini segala macam. Nah itulah yang membuat dia merasa yakin kalau tempat itu merupakan tempat aman, ya kan, gitu," sambungnya.
Diungkapkan oleh kuasa hukum ANW yang lain, Tulus Pardosi, menegaskan citra positif Betrand Peto selama ini membuat ANW sama sekali tak menaruh curiga akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan malam itu.
"Artinya dia memang tahu itu room siapa, dan dia merasa ya ini adalah tempat aman, sehingga dia memilih masuk. Dia tidak menduga akan terjadi dugaan peristiwa yang hari ini disangkakan," papar Tulus.
Di sisi lain, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa korban dan Betrand sama sekali tidak saling mengenal sebelum insiden tersebut terjadi. Mereka baru pertama kali bertatap muka pada malam peristiwa itu berlangsung.
"BP, kemudian korban pun, betul, tidak mengenal. Mereka baru berjumpa di tanggal 12, saat peristiwa itu terjadi. Kami dari awal sangat persisten mereka tidak saling mengenal," pungkas Deki. (ND)